Tampilkan postingan dengan label GiftBox4U Recipe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GiftBox4U Recipe. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 September 2016

Dye Your Own Yarn

Tidak bisa dipungkiri lagi, kekurangan terbesar dari seorang yarn crafter adalah tidak tahan dengan warna, tekstur, dan jenis benang yang beragam. Diskon sedikit pasti langsung kalap memborong. Tampaknya semua warna dan jenis benang harus kita miliki. Nah, teman-teman pernah kepikiran gak, sebetulnya bagaimana sih cara mewarnai benang-benang tersebut. Well,, jika kita membeli produk ternama tentu saja pewarnaan benang menggunakan mesin. Namun jika teman-teman ingin menggali kreatifitas lebih dalam lagi, teman-teman bisa juga mulai dengan mewarnai benang sendiri.
Kebetulan Ibu Iin Wibisono pengasuh halaman facebook Crochet Republic menyediakan yarn dyeing kit untuk pemula.
Satu paket yarn dyeing kit ini terdiri dari:
  • Brosur cara mewarnai
  • 4x10gr zat pewarna
  • Bubuk fixative
  • 2 gulung benang poyeng
  • 3 gulung benang SCL
  • Sarung tangan
  • Masker
Inside the yarn dyeing kit

Kalau kamu masih pemula dan benar-benar buta, jangan khawatir karena setelah membeli satu paket kit ini, Ibu Iin akan mengundang kamu ke dalam group berbagi. Dalam group ini kita bisa belajar bagaimana cara mewarnai benang serta teknik apa saja yang ada. Kemudian juga share informasi dari sesama anggota group. Ada berbagai macam teknik pewarnaan, kunci utamanya adalah jangan takut untuk mengkombinasikan warna, bereksperimen dengan takaran dan mencoba berbagai macam teknik yang ada. Berikut adalah salah satu video tutorial yang sangat bermanfaat untuk memulai pewarnaan di rumah.

 
Setelah 2 hari berkutat dengan pewarna dan benang-benang, berikut adalah kumpulan foto hasil karya pewarnaan saya.


Teknik mewarnai pertama yang saya ingin coba adalah one color gradient. Untuk mendapatkan hasil mewarnai seperti di atas sangat lah mudah. Cukup celup benang sebagian-sebagian, bagian yang terendam zat pewarna paling lama akan lebih banyak menyerap zat pewarna sehingga mendapatkan warna yang lebih gelap. Sedangkan bagian-bagian berikut akan mendapatkan zat pewarna yang lebih sedikit maka warnanya pun akan lebih soft.


Untuk benang berikut sebetulnya saya hanya pakai teknik celup-celup dan sembur-sembur sesuka hati. Setelah saya puas dengan ombre pada benang pertama, saya menggunakan air sisa rendaman untuk benang ini, sehingga benang ini pun memiliki warna soft pink. Kemudian setelah saya rendam, saya sembur dengan warna biru telur asin. Tak disangka ternyata hasil perendamannya memiliki warna yang sangat soft kemudian muncul warna ungu muda hasil campuran warna biru telur asin dan soft pink.


Teknik berikut yang saya ingin coba adalah sembur rainbow. Untuk mendapatkan hasil pewarnaan seperti ini sangatlah mudah dan peralatan yang digunakan pun dapat ditemukan sehari-hari di dapur (Note. Jika peralatan dapurnya sudah digunakan untuk mewarnai benang jangan digunakan lagi untuk memasak makanan ya,,). Caranya bagaimana? hehe,, bisa follow langsung Ibu Iin ya,, karena saya belajar dari video yang di-share oleh Ibu Iin di group :)


Last but not least, saya pun ingin coba-coba mendapatkan speckled yarn. Harusnya teknik ini memberikan kesan bintik-bintik pada benang. Namun apa daya, pada saat menaburkan bubuk pewarna untuk memberikan kesan speckled tampaknya saya terlalu semangat. Jadi hasilnya warna merah yang didapatkan agak sedikit blocking. Tapi jika dilihat lebih dekat ada beberapa spot yang memberikan kesan bercak-bercak merah.

Nah,, itu semua hasil eksplorasi saya. Terus terang hand dyeing ini memakan sangat banyak waktu. Lamanya dimana? Di proses perendaman dan pengeringan. Semakin lama direndam warna akan semakin meresap ke benang. Kemudian untuk mengeringkan pun harus hati-hati jangan terpapar oleh sinar matahari langsung yang terik, karena kejadian dengan saya beberapa benang yang terkena sinar matahari langsung hasilnya agak sedikit pudar (bladus) dan splotchy.

Next masih banyak lagi teknik yang belum saya coba seperti cold dyeing atau mewarnai menggunakan natural dye. Dan setelah eksplorasi ini rasanya tidak sabar untuk mencoba cara-cara mewarnai serta bereksplorasi dengan warna-warna lain.

P.S. Berikut ini adalah dua jenis benang yang tersedia di dalam kit. Benang yang kiri adalah SCL dengan tekstur yang lebih halus dan gauge lebih kecil, sedangkan benang yang kanan adalah Poyeng dengan teksutr agak sedikit kasar dan gauge lebih besar.

Selasa, 24 Mei 2016

Crocheting 101: Membuat Doily Menjadi Kaku

Salah satu hasil crochet yang paling mudah dan sering dibuat adalah doily. Doily adalah tatakan dekoratif yang biasa digunakan untuk menutupi suatu bidang permukaan (sebagai taplak atau tatakan gelas) bisa terbuat dari kertas ataupun crochet. Karena bentuknya yang cantik doily juga biasa digunakan untuk properti ketika menyajikan atau mengemas makanan, dan tidak menutup kemungkinan untuk menghias shadow box ataupun scrap frame yang sedang Anda buat.
Karena terbuat dari crochet sudah pasti doily yang kita buat ini tidak memiliki bentuk yang rigid, sehingga mungkin agak susah ketika ingin digunakan sebagai properti pada scrap book. Oleh karena itu, ada cara mudah yang dapat dilakukan untuk membuat doily menjadi rigid.

Berikut ini adalah bahan yang dibutuhkan:
1. Lem FOX
2. Wadah kecil
3. Sendok plastik
4. Kuas
5. Air
6. Doily
7. Tatakan (saya menggunakan styrofoam bekas)
8. Glitter (opsional)

Caranya:
1. Ambil 1/4 sendok lem fox menggunakan sendok plastik
 2. Campur dengan air kira2 5-10ml, aduk hingga lem fox larut dan membentuk cairan berwarna putih pekat
Mencampur Lem dengan air
Larutan putih pekat yang terbentuk

3. Ambil kuas, oleskan cairan tersebut pada doily yang akan dibuat kaku. Aplikasikan cairan secara merata, semakin banyak cairan yang dioleskan, doily akan semakin kaku. Jika Anda ingin doily sedikit berkilap taburkan glitter.
Aplikasi larutan lem pada doily menggunakan kuas

4. Bentuk doily sesuai dengan bentuk yang diinginkan
Doily yang sudah diberikan lem

5. Diamkan hingga kering (biasanya 20-24 jam)
6. Doily akan menjadi kaku setelah kering

Nah,, selesai, gampang dan mudah kan. Selamat mencoba!

Before

After
Note: teknik ini bisa digunakan berbagai macam bentuk crochet yang ingin Anda buat kaku. Seperti pada gambar di awal halaman, saya juga menggunakannya pada crochet Snowflake dan Kupu-kupu untuk keperluan dekorasi.

Sabtu, 24 Januari 2015

In the Studio : Embossing Powder

Salah satu hal yang senang saya lakukan ketika membuat scrapbook adalah embossing.
Embossing di sini bukanlah meng-emboss kertas menggunakan embossing folder dan roller.
Akan tetapi teknik yang berbeda untuk memberikan efek pada tulisan, gambar dan hiasan lainnya.
Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah:
  • Embossing powder - dijual dalam berbagai macam warna dan tekstur. Yang paling netral adalah clear embossing powder yang hanya akan memberikan efek glossy pada media.
  • Tinta & Cap / Perfect Medium Pens - Paling baik menggunakan tinta yang tidak mudah mengering. Karena tinta tersebut menjadi media yang baik untuk bubuk menempel pada kertas. Jika menggunakan tinta yang mudah mengering bubuk emboss tidak akan menempel, dan hasil akhirnya pun tidak halus.
  • Heat Gun - sebaiknya menggunakan heat gun khusus untuk crafting. Setting-an panasnya sesuai untuk mengeringkan tinta dan mencairkan bubuk emboss sehingga memberikan efek emboss yang licin dan glossy. Tidak disarankan menggunakan hair dryer, karena panas yang dihasilkan kurang tinggi.
  • Kuas - kuas kecil sangat berguna untuk menyapu kelebihan emboss powder yang menempel pada bagian2 gambar yang tidak diinginkan.